Satu dokumen internal rahasia PBB yang bocor mengatakan jika beberapa puluh server punya PBB di kantornya yang ada Jenewa serta Wina sudah di retas. Server yang diretas terhitung yang datang dari kantor hak asasi manusia PBB. Dokumen internal dari Kantor Info serta Tehnologi PBB menjelaskan 42 server sukses di-compromise serta 25 server yang lain dipandang “meresahkan.” Beberapa puluh server itu hampir semua ada di kantor PBB di Jenewa serta Wina. Tiga dari server yang “di-compromise” ialah punya Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia, yang terdapat di seberang kota dari kantor penting PBB di Jenewa, serta dua dipakai oleh Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa.

Laporan itu memberikan indikasi jika 22 account di-compromise, terhitung admin domain. Laporan itu memperlihatkan log yang akan membuka kegiatan peretas di jaringan PBB “dihapus.” Seorang petinggi PBB, yang bicara dengan ketentuan anonim, menjelaskan jika peretasan terlihat “hebat” serta tingkat kerusakannya belum juga jelas, khususnya dalam soal info pribadi, rahasia, atau peka yang kemungkinan sudah dicuri. Mulai sejak itu, skema keamanan sudah diperkokoh. “Tingkat kecanggihannya demikian tinggi hingga ada peluang aktor yang di dukung negara kemungkinan ada di belakangnya,” kata petinggi itu seperti diambil dari AP, Kamis (30/1/2020). Tetapi ada banyak laporan yang berlainan berkaitan serangan yang pertama-tama terdeteksi sepanjang musim panas lantas itu.

“Kami diretas,” jubir kantor hak asasi manusia Rupert Colville. Kami tiap hari hadapi usaha untuk masuk ke skema computer kami. Kesempatan ini, mereka sukses, tapi tidak jauh. Tidak ada rahasia yang beresiko (sukses dicuri),” paparnya. Beberapa petinggi menjelaskan peretasan yang berlangsung di kantor hak asasi manusia PBB nampaknya terbatas pada apa yang dikatakan sebagai direktori aktif, terhitung daftar staf serta perincian seperti alamat e-mail, tidak ke akses kata sandi. Tidak ada account administrasi domain yang dimasuki.

Baca juga : Kurangi Kompetisi Major serta Minor, Dota 2 Akan Memiliki Kompetisi Regional di Musim Depan

Selain itu jubir PBB Stephane Dujarric menjelaskan dalam e-mail jika serangan itu menyebabkan elemen infrastruktur pokok di kantor-kantor PBB di Jenewa serta Wina di-compromise, serta sudah direspon dengan serius. Dia menulis jika server di Jenewa sebagai sasaran ialah sisi dari lingkungan peningkatan serta berisi data uji yang tidak peka, dari dua server peningkatan yang dipakai untuk peningkatan aplikasi situs.

“Tidak ada tanda-tanda jika data dikeluarkan dari Wina,” tulisnya. Sebatas info, kantor PBB di Wina dalah rumah spesial untuk Kantor PBB mengenai Narkoba serta Kejahatan. Dujarric menjelaskan tubuh dunia tidak mempunyai info yang cukup menunjuk aktor yang kemungkinan ada dibalik serangan itu. Tetapi, dia memberikan tambahan, cara serta alat yang dipakai dalam serangan itu memperlihatkan sumber daya, serta potensi tingkat tinggi.

“Kerusakan yang berkaitan dengan serangan spesial ini sudah ditangani, serta beberapa langkah mitigasi penambahan dikerjakan,” catat Dujarric. “Akan tetapi, intimidasi serangan di waktu depan terus bersambung, serta Sekretariat PBB mengetahui dan memberi respon beberapa serangan dari beberapa tingkat kehebatan tiap hari,” paparnya. Peretasan ini berlangsung ditengah-tengah bertambahnya kecemasan mengenai kerentanan computer atau hp, baik untuk organisasi besar seperti pemerintah serta PBB, dan untuk individu serta usaha. Minggu lantas, beberapa pakar HAM PBB minta pemerintah AS untuk menyelidik sangkaan peretasan Saudi yang kemungkinan sudah mengisap data dari telephone pandai pribadi Jeff Bezos, pendiri Amazon serta pemilik The Washington Post, pada tahun 2018.