Februari lantas, OpenAI menginformasikan jika mereka sudah meningkatkan satu algoritma yang bisa menulis berita. Tetapi, bukannya membuat suatu berita yang berisi dengan bukti, algoritma ini mengajari AI untuk menulis berita yang berisi hoaks. Mereka sempat menyebutkan jika tehnologi ini begitu beresiko untuk diberikan pada beberapa pemakai dengan bebas. Oleh karenanya mereka mulai dikit demi sedikit meluncurkan algoritma ini, dengan arah jadi bahan analisa bagaimana algoritma itu dipakai. Sesudah pastikan jika beberapa pemakainya tidak salah gunakan data yang mereka bagi, minggu ini OpenAI akan melepas semua algortima AI itu dengan komplet.

Buat kalian yang ingin tahu, AI yang disebut namanya GPT-2. Sebelumnya, AI itu direncanakan untuk menjawab pertanyaan, meringkas narasi, serta mengartikan teks. Tapi beberapa periset jadi takut jika itu bisa dipakai untuk menyalurkan banyak info yang salah, seperti lapor Engadget (8/11/2019). Jadi alternatifnya, umumnya beberapa pemakai cuma lihat manfaat dari AI itu untuk dipakai untuk beberapa hal seperti melatih game penjelajahan teks serta menulis narasi mengenai unicorn.

Baca juga : UP-DATE CHAPTER 6 BATTLEFIELD V AJAKMU TELUSURI RIMBA BELANTARA DI MAP BARU

OpenAI menjelaskan, dengan dibukanya akses ini dengan utuh, mereka mengharap dapat menolong beberapa periset meningkatkan mode pendeteksian teks yang dibuat oleh AI yang lebih baik serta hilangkan bias bahasa. “Kami meluncurkan mode ini untuk menolong studi riset dalam pendeteksian teks sintetis,” catat OpenAI. Ide mengenai AI yang bisa dengan massal membuahkan berita serta info palsu yang bisa diakui ialah hal yang mengerikan. Tapi beberapa faksi memiliki pendapat jika tehnologi ini akan tiba, apa kita ingin menerimanya atau mungkin tidak. Sedang buat OpenAI, share hasil kerjanya pada beberapa periset bisa meningkatkan alat untuk melawan, atau minimal mengetahui, teks yang dibuat AI.